berbicara benci


it’s easy for you to be nice to people you like, but if you still can be nice with people you hate, it’s a skill

Lupa gimana line dialog nya Cersei Lannister di salah satu episode Game of Thrones, cuma kurang lebih adalah berbuat baik kepada orang yang gak kita suka itu bukan hal yang mudah.

Dari sekian banyak hal yang membuat kita benci kepada seseorang itu sebenarnya apa sih? apa yang memicu rasa benci itu? ini beberapa poin hasil survey ngasal saya

  1. Karena itu orang jelas-jelas membenci kita dari cara berbicara dan memperlakukan kita disitu terlihat jelas! hmmm kalau ini memang alasannya daripada menjadi duri dalam daging alangkah lebih baik tanyakan langsung ke orangnya, coba deh..seru lhooo kalau dia emang jujur mengakuinya dan kita dengerin pengakuannya secara langsung, secara tidak langsung bukan hanya mengobati hati kita, tetapi juga mengobati hati orang yang tidak menyukai kita. Lha kalau dia tidak jujur? hmmm mungkin bisa jadi kamu yang baper atau yaaa emang ada yang dia rahasia kan dari kita? well we never know…yang jelas jangan sampai ini mengganggu kita, we cannot make all people love us. Untuk yang satu ini boleh lha belajar dari liriknya Taylor Swift yang Shake it up “haters gonna hate hate hate fakers gonna fake fake fake i just gonna shake it up shake it up”
  2. Gak tau, gak suka aja. hmmmm well hati-hati sama jenis benci yang ini kalau misalkan ini lawan jenis nanti lama-lama bisa suka lho…hahahah, kalau aku yang ini termasuk kategori berbahaya karna apa yang dilakukan orang itu apa-apa salah di mata kita jangankan ngapa-ngapain, ngeliatnya aja bawaanya kesel sendiri. Nah lhoo gimana..yang ini sih kasian orangnya. Sebaiknya tanyakan pada diri sendiri dan minta maaf duluan. Ngapain minta maaf? gak apa-apa kan, ini upaya menyembuhkan penyakit hati juga.
  3. Karena orang itu sering menyakiti hati kita (dari sikap maupun perkataan), kalau ini gak beda jauh sama poin nomor satu, cuma kalau aku sendiri lebih memilih menjauh dulu dengan tipe orang yang seperti ini, dan juga memilih untuk melupakannya sementara, mulai menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif dan menjadikan diri kita versi yang lebih baik. Karena tipe orang seperti ini bisa jadi “toxic” untuk kejiwaan kita ya kalau racun di tubuh aja perlu di detox, racun kehidupan juga bisa dong? kalau dalam versi hidup saya orang yang kaya gini gak bertahan lama berteman sama saya. Seleksi alam akhirnya bekerja juga
  4. Karena orang itu berbeda pilihan dan pandangan sama kita. Ini sering banget terjadi sama saya sih. Berhubung saya bukan orang yang paling positif kadang ini suka menggiring ke berdebatan jadi wawasan baru. Kalau lagi yang di debatin berbobot sih seru tapi kalau lagi gak penting apalagi yang menyangkut prinsip hidup seseorang? it’s a big no no. Untuk menghindari perdebatan yang gak penting biasanya saya memilih untuk tak banyak bicara. Namun sampai saat ini saya terus belajar menghargai apapun itu jalan dan pandangan hidup yang mereka pilih. Ini ibarat coba posisi yoga terbaru, ya emang gak enak dan kadang terlihat aneh, tetapi ada kepuasan hati sendiri ketika kita bisa bertahan di posisi tersebut bonus badan makin bagus. Begitu juga dengan menghadapi orang yang kita benci dengan alasan seperti ini, secara tidak langsung kita belajar ber-empati, rasanya aneh dan gak enak tapi ada tenang yang di rasa di hati ini bonus menambah rasa aman dan percaya dari orang lain. Jika kalian sudah sering berhasil melewati fase ini? selamat! kalian orang hebat dengan hati yang besar!

 

Mungkin ada banyak lagi yang memicu kebencian. Saya pernah di kasih tau temen “intinya kalau lo benci sama orang jangan langsung di konfrontasi cukup di doa’in aja supaya kita jangan kaya dia”

Sebenarnya itu ide yang bagus banget tapi mungkin tidak terlalu cocok untuk semua orang, terutama kalau yang lebih suka diselesaikan didepan. Konfrontasi merupakan suatu cara yang tidak seburuk itu toh orangnya jadi tau sebenarnya yang kita rasakan. Kalau menurut saya sih tidak ada salahnya di konfrontasi tetapi dengan konsekuensi akan ada konflik antar personal yang terlibat. Hasil yang di dapat bisa jadi makin menguatkan hubungan kedua belah pihak atau malah semakin bermusuhan. Ya, selalu ada konsekuensi dalam setiap tindakan. Tidak ada yang salah juga karena itu sudah hukum alam, whatever happens was meant that way.

Diam bukan berarti buruk pula, ini juga pilihan cara. Namun diam bukan berarti kita bebas membicarakan orang itu dibelakang, karena akan lebih sakit jika ia tau dari orang lain. Diam lalu mendoakan supaya kita tidak seperti dia dan memohon kebaikan untuk orang itu berarti we let the judgement to God, kita memasrahkan hati seseorang kepada Sang pencipta. Alangkah baiknya sih…karena Tuhan maha membolak-balikkan perasaan seseorang. Diam bukan berarti memendam dendam berlebihan, berdoa, memohon, kemudian coba lupakan apa yang terjadi, dan pikirkan apa yang telah kita perbuat untuk orang-orang yang mencintai kita? Sudahkah kita belajar mencintai banyak hal selama ini? Sudahkah kita bersyukur atas apa yang kita cintai hari ini?

P.S nulis ini sebenarnya dengan perasaan kesal, mudah-mudahan suatu saat saya baca tulisan ini lagi bisa jadi pengingat bagi saya. Let’s learn to love more.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s