yeap! Saya butuh obat ini juga buat membantu kosentrasi saya!

Alternatif

Paling sulit itu menolak ajakan teman, kalo udah gitu rencana seharian bisa kacau berantakan. Pastinya, seperti kesalahan-kesalahan lain, saya selalu merasa menyesal setelahnya.

Gak cukup dengan kebiasaan susah menolak ajakan, kepala dan badan saya rasanya sering berkonspirasi buat mengacau pekerjaan saya. Dengan rasa malas yang berakhir tidur, atau distraksi pikiran random yang suka tiba-tiba muncul; “Di youtube ada video baru yang bagus ga ya?” atau “Coba cek notifikasi Facebook dulu 5 menit,” atau “Rak yang cocok buat kamar saya yang kaya gimana ya?” dan pikiran-pikiran yang bahkan gak pernah mengganggu sebelumnya.

Serius, kalo ada obatnya di minimarket atau apotek depan rumah, saya beli 10 botol supaya kebiasaan yang merusak time management saya ini bisa pergi jauh-jauh. Tapi tentu kenyataannya mau dicari sampe ikan di laut abis pun pasti ga akan pernah ada obat kaya gitu. Padahal, kalo dipikir-pikir, obatnya cuma satu, gratis pula. Yaitu, kemauan dan tindakan saya sendiri untuk menghindari kebiasaan itu.

Ya! Obat itu…

View original post 16 more words

Advertisements
Posted in: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s