Reality (doesn’t) bites


Dear Silent Reader…

Udah lama ngga menulis random di blog ini dengan kata-kata yang jauh dari kamus EYD. Tulisan ini hanya sekedar wacana orang kecapean tapi belum bisa tidur karena terlalu banyak yang sileweran dalam kepalanya tapi tidak menemukan orang yang tepat untuk di “Sampahin” *oke berhubung orang2 udah pada tidur juga ye*

Pernah gak ngerasa kalau mendadak tujuan hidupmu mendadak abstrak? ya tiba-tiba seperti lack of passion gitu atau udah merencanakan suatu rencana tapi ditengah jalan sadar kalau kamu tersesat options yang dihadapi ternyata lebih banyak dari yang kamu kira oh atau mungkin malah gak ada option sama sekali *haduh*. Seperti ini sering mengganggu saya akhir-akhir ini, memikirkan kembali apa sebenarnya mau saya. “Jadi mau mu apa?” tanya diri saya sendiri. “Saya mau travelling keluar negeri tapi dapat uang” hehehe itu sih banyak mau namanya.

Hari ini saya menjalankan tes dan interview (lagi) disalah satu kantor desain yang cukup hip di daerah kuningan Jakarta *oke lebai gak hip juga kalik*. Kalau tidak salah itu satu-satunya kantor desain yang saya lamar (selebihnya PT), dari kantor-kantor yang saya lamar saya paling suka kantor ini, padahal tadi tidak berniat kembali jadi desainer di kantor desain yang isinya notabene desainer semua dan orang-orang desain. Rasanya saya yang penyendiri dan jarang bersosialisasi ini perlu bertemu orang yang lebih banyak lagi, itu sih pemikiran saya tadinya. Tetapi berhubung saya sadar mencari pekerjaan tetap di Jakarta ini susah, terutama ketika kamu freshgraduate yang belum memegang ijazah yang sah dari universitas kebanggaanmu itu. Paling tidak ketika dipanggil interview rasanya paling tidak sudah ada progress it means you’re interesting enough. Tetapi ada fakta lain yang musti dihadapi yaitu ketika interview disamping kanan kirimu ada kompetitormu yg lebih pengalaman. which one of you is qualified enough?

Awal-awalnya sempat agak depresi, tapi lama-lama biasa aja saya hampir lupa rasanya nervous. Mengerjakan psikotes ini itu (yes as a future designer i got a lot of tests too). Sempet ngeluh juga “fuck i’m a designer, bukan pegawai negeri sipil” yang kemudian ditenangkan sama ayah saya “wajar, perusahaannya gede mereka takut karyawannya ada yang psikopat” hahhaa bahkan iya juga, saya terlalu melihat teman-teman saya yang kebanyakan tidak melalui apa yang saya lalui. Ya tiap kantor punya sistem yang berbeda pula. Saya teringat waktu saya menjalani tes disalah satu pabrik keramik di daerah Bogor sana, hahaha berhubung kantornya dekat dengan rumah orang tua saya yang hanya memakan waktu 15 menit. Suasana kantornya agak berbeda dengan kantor-kantor yang pernah saya datangi. Jelas tidak banyak mainan dan buku-buku desain seperti kantor tempat saya magang dulu ataupun orang-orang yang bergaya necis. Just thinking like a common manufactory but the people there are so kind and helpful, the salary sounds really good, tapi saya masih harus adaptasi lagi dengan pekerjaannya karena saya harus mendesain produknya.

Terus sekarang ngapain aja dong jadinya?

hehehee menerima kenyataan kalau saya nothing selesai kuliah itu emang menyakitkan. Tapi makin kesini saya coba terima keadaan saya. alhamdulillah masih ada yang ngajak kerja bareng walau kecil2an yang penting saya gak pikun dulu. alhamdulillah masih bisa bangun siang *lho*, alhamdulillah masih bisa nontonin drama korea sama jepang favorit saya sampe ketiduran, alhamdulillah ortu ga henti2nya memberi dukungan dan yang paling penting saya mondar mandir dari kantor satu ke kantor lain sambil berfikir akhirnya saya ada dalam fase ini, fase dimana saya mulai merintis seperti orang biasa kebanyakan. Mungkin pengalamannya akan berbeda kalau saya tidak mengalami penolakan seperti ini. i know good things come with anyone who work hard and wait patiently 🙂 *asik lagi beres*. Fase ini yang saya ingat nanti untuk menyemangati adik-adik saya.

Jadi sekarang udah tau mau mu apa?

Saya sudah tau..jawabannya simple..I just wanna be something or someone who i can be proud of 🙂

so let’s continue dreaming and work hard.

Image

P.S : Kelar interview keluar dari kantor rasanya nyesek liat poster bigbang yang didepan plaza mega. maaf ya Top oppa, dedek dini ga bisa nonton oppa duitnya buat nambah2in ke kampungnya oppa..lain kali aja ya oppa

Advertisements
Posted in: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s