Sekedar Curahan


(image from Tumblr)

#nowlistening-noon- never fall in love

sorry postingan kali ini agak sentimen nan random…saya sedang terserang aura negatif semoga tak menghancurkan hari kalian silent reader

Beberapa minggu hidup kaya gembel. Niat mau bikin ini itu tapi gak dikerjain. Malah pergi-pergi kesana kemari ngga jelas..ah gini nih nasib jadi pengangguran lagi. Libur lama-lama juga gak enak, otak jadi cepat pikun dan yang pasti kesepian :I . Ada lowongan kerja tetap disalah kantor cukup bonafit teman memaksa melamar kesitu dengan modal nekat. Sepertinya gak akan dipanggil karena saya menyebutkan kalau saya mahasiswa tingkat akhir

Siang pulang dari nginep rumah temen, buka website kampus, download buku petunjuk tugas akhir..sambil browsing-browsing, sambil baca buku petunjuknya dengan (cukup) seksama, ternyata peraturan “main” nya cukup berat. Ada kesalahan sedikit aja nilai bisa di minus *amppuuuunn*.  Dan siang hari seorang teman menangis-nangis karena sindrom panik tugas akhir  karena kebetulan dia sambil bekerja dikantor sebuah majalah remaja beken. Berujung membuat saya kepikiran juga dan berpikir akan lebih baik kantor tempat saya melamar pekerjaan sebagai copywriter itu tidak usah meng-hire saya. Dari situ saya mengubur impian untuk sementara untuk bekerja kantoran, padahal keinginan untuk kerja lagi cukup besar karena sebentar lagi ayah saya pensiun dan saya ingin mandiri seutuhnya disamping ingin punya pengalaman baru. Karena itu saya bercerita sama ibu saya..ibu saya cuma bilang “sabar…selesaikan dulu kuliahmu”

Dibilang kaya gitu jadi mau nangis karena alasan saya bertahan disini, pendidikan saya adalah orang tua saya 😦 jadi makin deg-degan karena saya merasa diri saya tidak pintar saya takut hasilnya ngecewain tapi ya 4 bulan ini saya udah janji mau berusaha yang terbaik. Walau belum menemukan tema yang pas untuk Tugas Akhir saya.

Saya kangen dengan kantor lama. Walau kadang suka menyebalkan ketika di cekik deadline tapi saya kangen tawa setelah itu. Bergabung dengan teman-teman lainnya, menyingkir dari daerah Kemang yang padat ke daerah panglima polim yang sedikit tenang. dan disaat itu lah kepenatan dapat hilang walau malam telah larut, dari situ kita merasa bersatu karena tak kenal jarak usia dan siapa kita. kebahagiaan sederhana…oh that simple thing where have u gone?

Sorenya salah satu teman kembali menangis karena patah hati lelaki yang ia sayang di ambil orang. Sementara saya mulai “kehilangan” sebagian teman-teman gila yang sudah bersama “teman lelaki” mereka. Tak apa toh mereka bahagia..toh nanti kalau mereka menikah dengan pacar-pacar mereka saya juga harus “kehilangan”. Saya menulis seperti ini bukan karna saya tidak senang dengan kebahagiaan itu..tentu siapa yang tidak bahagia melihat orang-orang yang disayanginya bahagia hanya saja kadang ada rasa dimana saya ingin ditanyakan “hey how are you? how’s life? how’s ur crush now? who is the (bad)lucky guy?” ah tapi siapa saya juga tak berjasa..cuek juga iya..

Berbicara soal hati, sepertinya untuk saat ini saya memilih untuk meliburkannya dulu. Antara denial dan pasrah tapi saya memilih memberikan meditasi perasaan..hati udah belang-belang dan sedikit letih untuk kembali kecewa. Kemarin memang salah saya lagi. Saya lupa mempersiapkan diri saya untuk tidak disakiti. Saya terlalu cepat kehilangan logika saya sehingga cepat juga saya patah hati. Yang saya syukuri saya tidak hancur 😀 mungkin Tuhan begitu baik dalam memberi petunjuk tentang dia. Kata seorang teman baik saya mengingatkan kalau dia bukan lelaki bodoh tetapi saya yang bodoh karena patah hati hanya karena orang yang sebenarnya tidak berharga. Benar sekali karena sebenarnya bukan dia yang benar-benar saya inginkan untuk bersama-sama saya, bukan dia laki-laki yang saya sering sebut namanya di hadapan Tuhan, Bukan dia juga laki-laki yang saya pikirkan ketika menulis beberapa post ter “ciieee” terakhir di blog ini. Bahkan saya tak pernah menulis apapun disini ketika saya dekat dengan dia.Semua karena sebuah rasa yang terlalu menggebu dan berakhir dengan harapan semu yang bisu. Pada akhirnya saya belum berhenti tetapi hanya mengosongkan hati yang sudah penuh. Paling tidak saya memenuhi janji untuk memberi ia kesempatan dan tidak menyakitinya walau akhirnya sebaliknya ya memang ini yang terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s