Dear Rindu Evelina


Dear Rindu Evelina…

Sebenarnya aku  sedang dalam keadaan lelah ketika mulai membaca surat darimu. Masih ada sisa kerjaan yang menjerit minta untuk diselesaikan segera, ada tugas kuliah yang dengan malas harus aku kerjakan. Tapi aku merasa harus dengan segera membalas surat super random kamu.

Tentang kamu? hmmm kamu adalah orang asing bagiku. Kita tak pernah tertawa bersama atau berbagi air mata didalam duka. Tetapi kamu telah menulis sesuatu untukku di blog-mu, bahkan orang yang telah mengenalku selama bertahun-tahun pun belum tentu mau menuliskan surat untukku. Kamu memang bukan yang pertama yang pernah menuliskan surat tentangku, mantan pacarku juga pernah menulis beberapa tulisan tentangku tapi harapanku terhadapmu adalah aku mau kamu tidak hanya numpang lewat dalam hidupku seperti dia, aku juga mau suatu hari bisa mendengar cerita tentang hujan dan konsep tentang “pacar” yang unik darimu. Bukankah tidak ada istilah mantan teman?

Aku tahu kamu tidak begitu suka apa yang kamu kerjakan sekarang tapi percayalah dengan menjalani semua ini ilmu yang kamu dapatkan bertambah, dan menjadikan hobi sebagai profesi itu juga tak selamanya mengasikkan terutama ketika kamu sudah mulai bosan dan kamu tidak tahu kemana lagi melampiaskannya. Beruntunglah aku sangat suka menulis ketika aku pada tingkat kebosanan tertentu seperti sekarang aku bisa menulis kerandoman yang ada dikepala meski yang aku tulis tidak seindah yang kamu buat. Aku sadar aku tidak sejago kamu, malah aku diam-diam belajar dari kamu 😀

Akhir-akhir ini aku juga sering galau kemana akan melangkahkan kakiku. Kemana aku akan meneruskan semuanya sempat terlintas beratus kali dalam otakku untuk hengkang dari dunia yang telah aku geluti selama hampir 4 tahun ini. Dunia yang begitu rumit, persaingan yang begitu ketat, dimana orang-orang pintar dalan kreativitas lahir setiap harinya. Aku tak banyak berharap di dalam industri ini, keinginanku sederhana..hanya ingin membuat sebuah karya yang sangat berarti bagiku dan mudah-mudahan orang lain, entah bagaiman bentuknya akupun masih bingung. Biarlah menjadi kejutan.

Rindu Evelina…nama kamu sesuai sama pribadi kamu, Unik. Aku selalu tertarik berkenalan dengan orang yang one of the kind seperti kamu dan tak sabar untuk mendengar cerita tentang 3 tahun lalu seandainya kamu bisa memutar waktu. Aku tak mau menulis panjang-panjang disini aku takut bisa-bisa membocorkan rahasiaku sendiri.

Baiklah, semoga aku bisa menggambarkan sesuatu untuk kamu disini. Sampai jumpa..

 

Advertisements
Posted in: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s