Surat untuk Kiran


Untuk sementara ini izinkan aku memanggilmu Kiran, Walaupun kita belum pernah melihat wujud kita satu sama lainnya. Maafkan aku terlalu berani menulis ini jauh sebelum aku bertemu kamu.

Aku sudah terlanjur membendung rindu akan kehadiran sosokmu. Membayangkanmu berlari menuju pelukanku beberapa tahun lagi. Kapan kira-kira kamu akan datang Kiran? 5 tahun lagi? atau 6 tahun lagi?

aku harap tak akan lama lagi.

Kiran apakabar disana? apa aku terlalu lancang untuk menyebutkan diriku sebagai ibu sementara aku juga tak tahu pasti nantinya kau akan muncul sebagai laki-laki tampan atau perempuan cantik?

yang aku tahu pasti ketika kita akan bertemu untuk pertama kali kau muncul dengan wujudmu paling lucu dan paling manis

Kita akan menjadi 2 orang yang bertolak belakang dan menghadapi dunia ini bersama-sama

Bahagia dan sedih akan silih berganti menghampiri kita

Kamu akan menghadapi sebuah perjalanan melebihi ketika kamu berusaha keluar dari perutku melalui sebuah lorong rahimku menuju pelukanku, perjalanan bernama kehidupan

kita akan sama-sama belajar, tubuhmu yang rapuh dan mungil akan tumbuh menjadi sosok yang bijaksana

Aku tak mampu mengajarimu menjadi seorang yang bijak karena aku sendiri jauh dari kesan bijaksana aku cenderung seorang yang konyol

Akan kuserahkan pada semesta dan alam untuk urusan itu. Maka tugasku nanti hanyalah mengenalkanmu semampuku..

Kiran…sedang apa kamu disana? banyak teman-teman dan mainankah disana? rasanya aku tak sabar mendapat giliran bermain denganmu di sisa hidupku

Seperti apa planet tempat kau dititipkan sekarang? Seperti apa wujud malaikat-malaikat itu Kiran? ceritakan padaku nanti ya meski dengan bahasa-bahasa yang tidak aku mengerti

Kiran pada saat menulis ini usiaku 21 tahun, aku sedang proses menjadi seseorang yang pantas untuk merawatmu dan sempurna untuk kau banggakan

Aku tak berharap menjadi idolamu atau panutanmu, tak perlu kamu katakan aku “best mom ever” aku bebaskan kamu mengagumi siapapun asal kau menjadi milikku.

Wah ada sejuta cerita yang ingin aku ceritakan padamu, kamu yang akan menjadi sahabat yang aku besarkan dari 0, pasti kau tak sabar untuk saling bertukar cerita denganku?

Aku mengerti Kiran…kita tak akan bertemu jika aku juga belum bertemu dengan ayahmu. Aku hampir lupa menceritakan tentang dia di surat ini. Pada saat ini yang aku tahu tentang ayahmu

bahwa dia adalah sosok yang hebat aku yakin kau akan mewarisi kecerdasannya dan kita berdua akan sangat mencintainya. Aku tak bisa bayangkan bagaimana isi rumahku nanti dengan kehadiran kalian berdua.

Ayahmu yang akan mengajarimu bermain musik ,yang mengajarimu alogaritma dan logika, dan yang menemanimu bermain bola disore hari.

Dia akan menjadi lebih dari seorang guru dan sahabatmu. Memberikan apa yang tidak bisa aku berikan padamu

Memberikan apa yang kami berdua harus berikan: cinta yang tidak terhingga

Perlu waktu untuk menemukan sosok sahabatmu yang satu lagi itu..tetapi tenanglah Kiran, aku sudah menemukannya

Aku yakin kau juga menyukainya.

Dalam harapan dan doa, semoga aku menjadi orang yang terpilih untuk mendampingi kalian berdua

Kau dan ayahmu…

Terimakasih Kiran sudah membaca suratku, Walau kita masih jauh tetapi kita tetap menjadi sahabatkan?

sampaikan salamku kepada malaikat disana..semoga beberapa tahun lagi kita bisa bertemu..

semoga ayahmu tidak marah ketika membaca surat ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s