malu malu kucing

Setiap kalian melihat saya dipastikan saya sedang tertawa, saya adalah termasuk orang yang ekspresif sebenarnya. Tetapi dibalik semua itu saya bukanlah orang yang pandai berbicara atau mengungkapkan sesuatu secara langsung. Saya iri dengan mereka-mereka yang begitu percaya diri dalam mengungkapkan sesuatu. Saya ingin suatu hari bisa “bicara” seperti mereka. Mengungkapkan semua ide dan pikiran saya. Berbagi ide-ide gila bersama mereka dan kalian

 

recap

Dear Lord, I am a happy person now, i love being here with the gloriest feeling you’ve brought to me..now i let myself feels anything, both sadness and happiness united..together as one. I can see Despair and pretty things from here..they are beautiful..God don’t let them vanish don’t let them gone..  

Ketika saya menulis ini saya sedang kelelahan setelah bekerja seharian tetapi saya paksakan untuk menulis. Di beberapa postingan terakhir saya jarang menulis tentang diri saya sendiri. Saya baru menyadari kalau tulisan yang saya buat sekitar 70% dipenuhi dengan patah hati, kegalauan, dan segala sesuatu yang sedih. Baiklah kali ini saya tidak akan menceritakan tentang kesedihan tapi saya mau menulis “recap” kehidupan saya beberapa bulan terakhir. ini curcol? iyaa tentu..apakah akan norak? bodo amat..

1.Juli Agustus sampai awal September hidup saya agak random dan bold. Sebenarnya ada banyak kejadian yang datang dan pergi, Upside down, ada juga yang sulit untuk saya terima tapi mau gak mau harus saya terima 🙂 efeknya dari sini saya menjadi orang yang cukup introvert, jadi sedikit tidak percaya sama orang.

2. Internship: Setelah hibernasi selama beberapa bulan lebih dan tidak membicarakan apapun tentang dunia desain akhirnya pada pertengahan September seminggu setelah lebaran saya nekat “melamar” CV ke 2 kantor..dan keduanya memanggil saya untuk interview *walau dihari yang berbeda..dan diluar rencana yang saya susun sebelumnya sayapun sekarang magang disini. Salah satu graphic house sederhana yang sering mengerjakan proyek-proyek yang tidak sederhana. Dari sini kehidupan saya yang tadinya biasa-biasa saja menjadi lebih berwarna dan gak kerasa udah hampir satu bulan lebih. Ada satu proyek yang lalu lalang dipikiran saya, selain karena saya ditunjuk sebagai PIC nya, ada tanggung jawab lain yang saya pikirkan: “proyek ini juga dalam rangka mewujudkan mimpi banyak orang” dan saya merasa harus menyelesaikan ini semua dengan baik. Kehidupan baru, dengan meja kerja baru, awalnya merasa asing tapi saya menikmatinya hingga saat ini. Team disini sangat membantu, terkadang kita suka malam mingguan bareng dan bertemu orang-orang baru lagi. in the end i’m still struggling since i’m not really good at anything :I

3. Social life: “There is sunshine after the rain” begitulah orang-orang barat menyebutnya. Masa-masa Bold sudah saya lalui, saya berhak menata kehidupan yang lebih baik lagi. Tuhan memang maha adil, dunia kerja memang memberi saya kesempatan untuk bertemu dengan banyak sekali orang. Saya belum lama mengenal mereka tetapi saya bersyukur mereka mau menerima saya. Tadinya saya pikir saya sudah lupa bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang banyak, sayapun bukan tipe orang yang mudah berteman atau memiliki teman banyak. Di situasi tertentu saya bisa menjadi sangat pendiam dan tidak banyak bicara, ternyata kenyataannya sekarang saya bisa bersama mereka orang-orang yang rasanya mustahil bisa ada disekitar saya. Bahkan saya bisa membicarakan hal-hal tak jelas kemudian tertawa dengan mereka hingga esok harinya :D. Gila? yes i love this crazy life.

4. Missing people: Saya masih merindukan Geena. Terakhir kita bertemu adalah ketika lebaran di hari kedua kemarin. Waktu itu kami sedang sama-sama “melanggar” peraturan lebaran yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga. Kami melarikan diri dari ritual itu dengan alasan isu “miring” dari masing-masing keluarga. Seperti pertemuan-temuan sebelumnya kami membicarakan dan tenggelam dalam mimpi kami masing-masing. Saya masih menceritakan tentang New York City kepadanya. Dia mendengarkan saya dengan suka cita dan dia bercerita suatu saat dia akan menjadi diplomat di suatu negara untuk Indonesia. Semoga tercapai *amin*

Saya juga kangen sama Mita. Saya kangen keluhan-keluhan dia tentang Aceh dan syariat islam disana, saya kangen iri sama dia yang bisa menjadi volunteer sebagai guru disana, tentang anak-anak nelayan yang dia ajarkan bahasa inggris, dan tentang wawasan luas yang dia punya yang buat saya terkagum-kagum.

5. Love life: Melupakan itu susah terutama ketika dia selama ini yang mengobati sakit hati yang sebelumnya lalu tau-tau ternyata semesta dan alam menginginkan dia tidak bersama kamu lagi…Blog ini beberapa bulan lalu penuh postingan sentimental tentang patah hati, sedih, galau ya begitulah anak-anak jaman sekarang menyebutnya tapi sekarang saya mulai belajar berdamai dengan masa lalu saya. Mencoba menata yang baru lagi. Mulai dari 0, saya belum bisa bilang kalau saya sudah menemukan yang baru atau belum karena memang belum ada yang spesial diantara saya, dia, dan orang itu. Saya cuma bisa berdoa saja. Bukannya tidak mau berbagi tapi kalau kalian penasaran seperti apa ceritanya..sebenarnya saya jauh lebih penasaran lagi bagaimana kelanjutannya.

6. I’m living without regret..sebelum menulis ini saya membaca postingan yang lama, tentang kekonyolan dan kenaifan saya. Agak sedikit geli dan rasanya ingin menghapus, but those things bring me a smile today 😀 i can’t believe i was being that silly. Jadi tak ada yang perlu dihapus karena semua orang memiliki masa labil yang ingin dicurahkan juga.

Sudah 1 november..saatnya mem-post postingan random ini.