Oh i never know (untold)


“i don’t care if you don’t wanna know what it is, cause the time just won’t stop to understand. im scared..too scared, to believe what i want. Im shy..to shy, to tell the…truth.”

From Diyanti to Tomi

sudah 5 tahun sejak pertama kali kita bertemu..sudah banyak ungkapan cinta yang tak pernah aku ungkapkan padamu. Kita bekerja ditempat yang sama namun dalam kantor yang berbeda kantormu bersebelahan dengan kantorku, aku bisa melihat kegiatanmu dari jendelaku. Tapi aku sudah memperhatikanmu tanpa sepengetahuanmu entah kau sadar atau tidak. Tapi aku tahu ketika kau sedang bercanda dan tertawa bersama teman-teman kerjamu sesama pria ataupun ketika kau sedang menyendiri di suatu pojok favoritmu di basement hanya untuk mencari inspirasi dan aku tahu kau tak betah berlama-lama sendirian dibawah tapi sudah menjadi kebiasaanmu seperti itu. Kadang aku iseng menggambarmu untuk mengabadikan gerak gerikmu kedalam buku jurnal bergambarku. Akupun tahu goresan tanganmu jauh lebih baik dariku maka dari itu kau menjabat sebagai art director yang handal, cukup banyak orang yang mengagumimu. Sedangkan aku hanya perempuan biasa yang sedang beruntung menjadi personal assistant di kantor ini.

Di tengah-tengah kerepotanku bekerja aku selalu menyempatkan waktu untuk menatapmu dari jauh. Terkadang kita bertemu di lobi, acara makan siang, dan pada saat shalat maghrib bisa dibilang selain mencatat kebutuhan bos-ku, aku juga sering menulis tentangmu bahkan menggambar untukmu  bahkan aku hafal waktu kapan saja kau harus melakukan semuanya. Waktuku cukup banyak tersita untukmu. Aku ingat suatu kali aku menatapmu lewat jendela, kau tampak sedang bernyanyi riang sepertinya proyekmu goal. Aku memandangimu dengan penuh kagum dan tentu juga dengan perasaan-perasaan yang harusnya siap aku lontarkan kepadamu. Akupun tenggelam dalam perasaan ini lebih dalam dan dalam lagi. Tanpa aku sadari kau kembali menatapku sambil tersipu malu karena kau sadar aku memandangimu bernyanyi sedari tadi. Aku kaget, aku juga takut kau tak mau melihatku lagi tapi bukankah memang kau tak akan pernah melihatku kembali? sebenarnya aku ingin mengenalmu langsung tanpa harus diam-diam seperti ini, hanya saja aku tak terlalu percaya diri untuk mendekatimu.Tapi berkat aku hafal hampir seluruh kegiatanmu aku selalu membuat kebetulan-kebetulan yang aku sengajakan atau bahkan ketika kau lembur aku turut memperhatikanmu menikmati gerak-gerikmu ketika sedang bekerja..kau tampak lelah namun tetap bersemangat. Itu yang aku suka padamu..kau adalah seseorang yang perkerja keras. Dan aku kadang suka nekat mengantarkan makanan ke tempatmu dengan alasan itu dari orang lain dan tentu saja kau sangat bingung namun kau tetap memakannya. Aku juga selalu menunggumu  selesai bekerja hanya untuk melihat senyummu. Salah satu wujud perhatian kecilmu padaku..ya senyummu.  Kita jarang terlibat pembicaraan panjang…tetapi yang aku ingat setiap kita bertemu kita cukup sering saling menanyakan kabar dan pertanyaan-pertanyaan standar lainnya. Hanya itu saja..tak lebih, hanya saja setiap itu terjadi selalu ada percikan-percikan yang selalu berubah menjadi kembang api di dalam perasaan ini. Selebihnya..hanya dari jendela aku bisa mengagumimu. Ketika kau sedang sendiri ingin rasanya aku menemanimu…tetapi sekali lagi aku disini hanya menatapmu dari kejauhan di balik jendela dan aku rasa kau tak perlu tahu. Walau ada sejuta rasa di dalam sini yang siap meledak kapan saja. Kau sepertinya masih sulit untuk aku gapai. Itu membuatku takut untuk jujur dan tiba-tiba ada laki-laki lain yang mendekatiku, laki-laki yang datang aku harap adalah kamu dan segera aku campakkan semua khayalan naifku, aku bukan perempuan yang tinggal dalam hatimu maka aku menyetujui ajakannya untuk menjalin hubungan. Walau sebagian besar hati ini masih bersamamu. Sekali lagi kau masih terlalu sempurna untukku

Hari itu. Ulang tahunmu yang ke 30. Sebuah acara dimana aku dan kamu ada dalam satu ruangan diantara keramaian. Kau terlihat lebih menarik dari hari biasa..dan seperti biasa pula ada percikan yang aku rasakan. Kau bersama seorang wanita. Pada dasarnya kau memang tak punya pasangan yang tetap. Itu satu-satunya yang aku tidak sukai…diantara semuanya kenapa tidak ada aku? kenapa kesempatan itu tak pernah mampir padaku? dan mengapa aku masih juga bergumul dengan perasaan ini ketika sudah ada orang lain disampingku? namun tak kupungkiri aku ingin menjadi wanita yang sedang kau rangkul waktu itu. Pasanganku menggandeng tanganku untuk menghampirimu ia tahu aku mengagumimu tapi yang ia tahu hanya sebatas idola..tak lebih. Dengan segenap keberanian aku keluarkan bungkusan berisikan sebuah buku. Aku berikan kepadamu..kau tampak bingung..wajah itu sama seperti ketika aku dengan nekat membuatkan dan mengantarkan makanan ketempatmu. Aku canggung tetapi tak apa..aku sudah lega..biarlah dengan buku itu kau tahu yang sebenarnya, semua yang ada didalam sini..semua gambar-gambar dan tulisan tentang perasaan yang bergumul. Ternyata benar memang bukan aku orang yang tepat berada disampingmu saat ini tapi lelaki ini . Walau cinta ini terbilang terlalu tua padamu…5 tahun tak pernah terasa..aku menikmatinya…mengagumi dengan seluruh hati..dan sepertinya akan terus begini.

*********************

From Tomi from the heart to Dianti

” I want to know, you’re feeling to clear this mess. I do believe there’s no word to explain our heart. Don’t be scared…don’t get scared..to believe what you want. Don’t be shy….to tell the truth..”

Apa yang aku tahu tentangmu? hmmm aku rasa hampir tidak ada! yang aku tahu kau hanya gadis muda canggung berusia sekitar 21 atau 22 tahun yang sering lewat dihadapanku. Selain itu apalagi? bisakah aku mengatakan kalau kau perempuan aneh dengan pandangan kosong kearah jendelaku dan aku tidak tahu kau sedang menatap apa yang jelas aku pernah memergokimu sedang dimarahi habis-habisan dengan atasanmu, tak tahu persis apa sebabnya mungkin karena kebiasaan anehmu menatap keluar jendela disaat angan-anganmu entah berada dimana. Ketika kita bertemu aku selalu merasa ada yang aneh padamu, entah lah apa mungkin kau menguntitku? aku sangat terganggu dengan itu tetapi lama kelamaan aku menikmati. Diam-diam aku terhibur dengan tingkahmu di balik jendela ketika kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu atau ketika kau sedang mencatat sesuatu didalam sebuah buku dengan penuh suka cita. Aku tidak pernah tahu apa itu dan aku terlalu sibuk untuk mencari tahu semua itu. Lagipula kita tak saling mengenal siapa kita dibalik jendela ini sebenarnya.

Di waktu lain di waktu aku harus terjaga demi pekerjaanku. Tengah malam ketika aku sedang sendiri kau muncul tiba-tiba mengantarkanku makanan yang aku suka, kau bilang itu dari salah satu orang di kantorku yang menyuruhmu memberikan semua itu. Awalnya aku biasa saja, hanya saja karena terlalu sering aku menaruh curiga dan mulai menanyakan orang-orang yang engkau sebutkan menyuruhmu melakukan itu. Hasilnya tidak satupun diantara mereka yang mengaku tetapi entah kenapa aku terus membiarkanmu melakukan semua itu, sebenarnya aku mau saja mengajakmu untuk menemaniku ketika aku sedang terjaga sepertinya itu akan menyenangkan. Kamu dan semua perhatian ajaibmu kepadaku. Aku ingin mengenalmu. Tetapi sikapmu yang canggung dan pembawaanmu yang biasa saja padaku menjadikan aku berpikir bahwa sepertinya aku hanya menyita waktumu jika aku mengajakmu mengobrol ditempatku namun kau selalu bertanya apa yang sedang aku butuhkan padahal kau sama sekali tidak bekerja untukku dan sekali lagi tingkahmu yang canggung tapi ceplas ceplos membuatku terhibur dikala aku sedang lelah walau kita tidak pernah membicarakan hal-hal yang sangat personal. Kamu memang bukan seperti wanita kebanyakan yang sering aku ajak kencan. Ya kau wanita biasa saja hanya saja banyak hal-hal yang sulit untuk aku jelaskan menjadikanmu luar biasa. Seharusnya aku terganggu dengan setiap kemunculanmu yang tiba-tiba, awal-awalnya memang sangat mengganggu. Siapa kau wanita aneh dibalik jendela yang sering muncul dihadapanku terkadang menatapku aneh seperti ingin mengatakan sesuatu. Aku biasa membaca pikiran wanita..tetapi ketika wanita itu seperti kamu? aku benar-benar seperti tidak mendapatkan petunjuk apa-apa. Dari situ membuatku ingin mengenalmu lebih dalam lagi..kau wanita yang paling unik dan ajaib yang paling aku tahu itulah yang membuatmu menjadi menarik dimataku. Maka hari itu aku rencanakan sesuatu untukmu karena aku pikir kantor bukanlah tempat yang santai untuk berbicara denganmu, dengan niat ingin mengenalmu dan melihat keunikanmu lebih lagi *dan mungkin selamanya?* malam itu aku tidak terlalu sibuk aku ingin mengajakmu untuk bertemu diluar. Agar tidak terlihat terlalu frontal dan memberi kesan aku terlalu percaya diri, malam itu aku pura-pura lembur menunggumu datang ke ruanganku seperti biasa yang aku prediksikan memang benar kau datang membawa secangkir kopi dan kue-kue kecil. Kau tersenyum padaku bahkan malam ini lebih manis dari sebelumnya, hatiku bergetar..aku menyuruhmu masuk dengan perasaan riang tak karuan. Kau menumpahkan kue-kue kecil itu dilantai tanpa sengaja. Aku tertawa dan segera membantumu membersihkannya…kau melarangku sambil mengeluhkan lucu kecerobohanmu sendiri. Aku bilang tidak apa-apa kemudian bilang padamu kita bisa menghabiskan waktu malam ini diluar. Wajahmu terlihat kaget dan berubah….kemudian kau mengatakan bahwa kekasihmu sedang menunggumu untuk mengantarkanmu pulang. Kau ke ruanganku hanya untuk mengantarkan ini semua dan pamit pulang kira-kira seperti itulah yang kau katakan. Aku hanya tersenyum tipis dan mengatakan hati-hati di jalan pada saat itu aku merasa ada yang tak enak aku rasakan. Aku juga tidak mengerti.

6 bulan setelah itu di hari ulang tahunku yang ke 30. Aku mengundang semua orang tentu saja kamu dan pacarmu yang memang berteman cukup dekat denganku termasuk dan aku menggandeng kekasihku. Lelaki yang menjadi pacarmu menggandengmu kearah kami berdiri. Ia bilang bahwa kau salah satu penggemar beratku..aku tertawa mendengar hal konyol itu. Kepalamu menunduk tersipu seolah kau memang sedang menghadapi bintang terkenal. Kalimat yang kau pilih untuk berbicara padaku hari itu baku dan kaku seakan kau lupa bahwa sudah 5 tahun kita bekerja ditempat yang bertetangga. Kau memberiku sebuah bungkusan yang aku yakini sebuah buku tak lama kemudian kau berlalu, pergi, dan semenjak itu aku bertanya akankah aku bertemu sepasang bola mata yang sama seperti 5 tahun belakangan di balik jendela yang sama? Entah mengapa juga aku ingin menjadi laki-laki yang kau genggam atau harusnya kau yang bersanding denganku di hari spesialku? terlalu banyak pikiran tentangmu hari itu. Aku mendadak menyesali kenapa tidak dari dulu-dulu aku sadar kalau kau perempuan yang aku mau..

Sekarang aku duduk mematung menyandar dinding menimang hadiah yang kau berikan waktu itu benar isinya buku seperti dugaanku. Aku mencoba kembali mengingat-ingat 5 tahun terakhir, aku sering melihat buku ini..kau menggambar, kamu menulis didalamnya. Buku ini yang membuatmu asik sendiri, membuatmu dimarahi bos-mu selain karena kebiasaanmu menatap keluar jendela dan tenggelam dalam pikiranmu sendiri sampai tidak menghiraukan panggilan siapapun, aku pernah menyaksikannya melalui jendela itu. Dulu aku sempat penasaran mengapa kau begitu asik dengan buku itu..sekarang aku sudah tahu karena buku itu akhirnya milikku. Semuanya tentang aku..kau menggambar meja kerjaku, sepatu yang aku pakai, aku dengan potongan rambut baru, jendela, dan tulisan-tulisan tentang aku semua kau catat didalamnya. Kau sisipkan satu kalimat di halaman belakang: ” 5 tahun aku mengagumimu, aku menyadari aku tak bisa meraihmu. aku titipkan buku ini semua tentangmu. sudah aku catat dihatiku selamanya”

Aku menutup buku dan terdiam..jari-jariku bergetar..menatap cincin yang tak terukirkan namamu di jari manisku. Belum lama ini aku telah mengucapkan janji sehidup semati dengan kekasihku dan kusematkan pula cincin dijari manisnya ia setuju untuk kunikahkan dan menemani di sisa hidupku. Aku biarkan wanita itu mengisi hari-hariku walau tidak seunik kamu, apa yang ada di dirimu memang sulit untuk didapatkan, Biarlah kamu tetap menjadi wanita unik yang entah bagaimana bisa membuatku jatuh cinta berkali-kali. Tidak ada yang bisa menggantikan posisimu didalam sini..selamanya..

************************

“I  wanna know what you feel when i am with you?”

“yes my heartbeat can’t stop when i am with you”

“I’m shy so shy yes shy..so shy..you never let me know what i wanna hear”

“You never show me the love that i want from you..i’m scared..yes scared…so scared”

Selesai di Minggu pagi sambil mendengarkan lagu Sarasvati berjudul sama dengan judul cerita ini Oh I never Know. Dengan harapan kisah di dunia nyata untuk selanjutnya tidak seperti ini : )..makasih teh risa lagunya dan makasih buat kamu yang memberi inspirasi baru 

City love (Perbincangan cinta dengan John Mayer)

I never liked this apple much It always seemed too big to touch I can’t remember how I found My way before she came around 

I tell everyone I smile just because I’ve got a city love I found it in Lydia And I can’t remember life before her name 

John melantunkan lagu berjudul city love sebelum ia datang menghampiriku malam itu. Sudah lama tidak berbincang ringan dengannya. John menyapaku kemudian duduk dihadapanku, memesan satu secangkir coffee-latte.

John mengatakan kalau lagu itu bercerita tentang mencintai orang yang salah namun dengan alasan yang benar…lalu ia bertanya bagaimana kisahku? aku mengatakan bahwa aku menikmati kesendirianku…termasuk menonton penampilan eksklusifnya ditempat ini.

Lalu John bertanya mengapa harus sendiri? aku katakan sedang butuh sendiri..aku lelah jatuh cinta dengan orang yang salah dan mencari-cari alasan atas kebenaran sebuah rasa. John pun tertawa mendengar pernyataanku. Aku melanjutkan ceritaku..bahwa sebelum ini aku telah jatuh cinta. Hampir seluruh hatiku kuberikan pada orang itu. Aku seperti menemukan sebuah tempat yang nyaman seakan aku tak mau beranjak darinya..mungkin itulah yang di maksud dari “city love” itu. Cinta dimana aku tak ingat apa-apa selain dirinya. Dan pada akhirnya cinta itu tak berakhir apa-apa selain hanya aku yang ditinggal sendiri.

John tertawa mendengar ceritaku..dasar laki-laki kurang ajar dimana saja sama. Bagaimana mungkin kau bisa berhenti jatuh cinta dan mengatakan ingin sendiri? dia kembali bertanya…

John..aku sudah bilang padamu buat apa jatuh cinta lagi jika akhirnya sama saja. Lebih baik aku istirahat dulu. Lagipula aku juga punya mimpi yang tertunda…mimpi liar yang sedikit gila tak mungkin tercapai jika aku sedang menjalin cinta. Karena cinta terkadang membuat kita kehilangan semangat untuk mengejar hal-hal yang kita paling mau. Dan cinta kita terhadap seseorang yang menjadi kendala mencapai seseuatu dengan alasan hidup kita sudah di rasa lengkap bersama orang itu.

John terdiam sejenak mendengarnya. Begini ya…kadang cinta salah itu yang membuat kita lebih produktif..kau lihat berapa novel bestseller yang inspiratif tentang patah hati? atau kau lihat aku? aku banyak menulis lagu tentang perasaanku termasuk ketika aku merasa patah hati…percayalah memang butuh waktu untuk menyembuhkan luka..tetapi moment terpenting disini adalah ketika kamu sadar akan sesuatu dan benar-benar bangkit dari segala keterpurukan dan kau tak ragu melangkah dan memulai lagi dari awal.