Dear Heart…

Apa kabar? sudah lama tidak berbicara padamu. Terakhir kali kapan ya? um aku juga lupa. Namun ijinkan aku untuk menyapamu pagi ini.

Hai Heart..

Aku lihat keadaanmu sudah membaik sekarang. Maaf ya heart karena aku luka dan lebam itu sekarang kembali membekas padamu. Tapi kali ini jahitan diatas luka itu lebih rapi dan anehnya masih terbaca pahatan namanya disitu, walau terlihat usang tapi dari situ dapat aku lihat dia dulu mengukirnya dengan indah. Terimakasih ya sudah membiarkan dia memahatnya disitu walau yang kita pernah dapatkan luka itu bersama-sama. Aku salut sama kamu..beberapa minggu terakhir kamu udah gak menangis lagi walau bayangan beberapa bulan yang lalu kerap menghantui kita beberapa kali.

Heart..

Kamu sudah sehat sekarang? dari penampilanmu pagi ini aku lihat kamu sudah lebih baik dari kemarin. Aku tak tahu kemana lagi kamu campakan perasaan-perasaan itu sedangkan memori-memori itu sering kali datang, aku tahu ini bukan salahmu memanggil namanya.

Heart…

Ayo kita berjalan lagi dan aku harap kau tidak memikul beban begitu banyak. Jangan melibatkan dirimu kedalam semua permasalahan yang terjadi…beristirahatlah sejenak, lakukan apa yang seharusnya memang sudah seharusnya kau lakukan, memompa darah keseluruh tubuh sesuai yang didalam buku biologi katakan šŸ™‚

Sincerely,

Brain

******************************

Heart! We will forget him

You and I, tonight

You may forget the warmth he gave

I will forget the light

-Emily Dickinson-

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s