About a “strange” woman who never….


Wanita itu sangat mencintai pria itu di masa lalunya. Mereka yang dahulu kala pernah mesra dan mempunyai kisah cinta sederhana yang tak terlalu lama namun tak mudah dilupakan oleh siapa saja yang pernah merasakan hal yang sama (terlalu panjang untuk diceritakan). Perempuan itu bernama Nancy dan pria itu bernama Fritz. Mereka bertemu disaat yang paling menyenangkan bagi Nancy, yaitu disaat peluncuran buku novel yang di tulis oleh penulis favorit Nancy. Dan pada saat itu matanya tertuju kepada Fritz, laki-laki wajahnya lumayan, bukan lumayan tapi sangat tampan, ya paling tidak untuk Nancy.

Fritz datang kedalam kehidupan Nancy tepat ketika Nancy sedang benar benar sepi. Nancy datang kedalam kehidupan Fritz ketika ia sendiri sedang membutuhkan cinta walaupun ia kerap kali terlihat bersama gadis yang berbeda. Kira-kira itulah keadaan yang menggambarkan Nancy dan Fritz pada awal mereka saling mengenal. Nancy terlihat tidak ada masalah dengan kebiasaan Fritz yang suka berganti gadis seperti itu. Karena apa daya Nancy, sepertinya ia telah jatuh cinta. Fritz pun senantiasa mengisi hari-hari Nancy. Di waktu Nancy yang luang Fritz selalu hadir menemani, dalam keadaan Nancy sedang bersuka Fritz ikut tertawa dan ketika Nancy berduka ia pun mau berbagi, Fritz juga memberikan semua yang tak pernah Nancy dapatkan hal-hal  sampai sesederhana seperti membawakan coklat panas ketika Nancy terserang flu. Mungkinkah Fritz merasakan hal yang sama yang dirasakan Nancy? bagi Nancy angan itu terlalu tinggi untuknya bisa bersamanya saja sudah cukup membuat Nancy bahagia. Dalam pengalamannya ia jarang sekali dekat dengan laki-laki. Bisa di bilang ia tipe wanita yang sulit dekat dengan laki-laki. Tapi jangan berpikir Nancy bukan wanita yang kaku, Nancy sebenarnya adalah pribadi yang menyenangkan dan hangat, mungkin dia hanya pemalu saja.

Semakin hari perasaan Nancy terhadap Fritz pun semakin bersemi, dan disaat yang tepat Fritz memberitahu kalau ia merasakan hal yang sama. Nancy pun menyambut kesempatan itu. Kesempatan untuk benar-benar mencintai dan kembali dicintai oleh lelaki pujaan hatinya. Namun waktu sepertinya berkata lain, pada bulan ke 8 Fritz nyaris tak pernah muncul lagi seperti sebelum-sebelumnya. Fritz memang pernah bilang ia akan pulang ke kota tempat dia berasal untuk menemui orang tuanya tapi dia berjanji akan kembali dan menemui Nancy. Selama 3 bulan tidak ada kabar dari Fritz. Mungkinkah ia meninggalkan Nancy? cinta yang ia tunggu tak kunjung juga datang. Sebulan kemudian barulah ada kabar dari salah satu teman Fritz yang mengenal Nancy, ia menyuruh Nancy kalau ia tak perlu menunggu Fritz lagi. Sudah ada perempuan lain yang menemani Fritz disana. Hatinya pun hancur. Ada kesedihan yang tak bisa dituliskan disini. Namun tak ada penyesalan di hati Nancy walau ia terluka. Di dalam hatinya tetap ada Fritz disitu. Sepertinya dia tidak peduli perasaannya yang sudah terlukai, dia masih merindukan Fritz. Lelaki yang dia cintai tapi telah tega mendustai ketika ia sedang setia.

Nancy tak dapat menyalahkan Fritz atas kejadian ini, ia sadar ia yang mencintainya duluan, telah ia terima semua resikonya. Dia pikir Fritz sudah bahagia dia pun juga harus mencari kebahagiaannya sendiri. Tak lama setelah itu ada yang melamarnya dan ia pun mengiyakan ajakan menikah dengan laki-laki itu walau sebagian hatinya dia ingin menemui Fritz untuk terakhir kalinya melepaskan rasa rindunya baru kemudian mengucapkan selamat tinggal. Setahun setelah pernikahannya, Nancy melahirkan seorang anak. Keadaan Nancy tak cukup baik saat itu. Kondisi fisiknya sangat lemah, katanya ia mengeluarkan banyak darah ketika melahirkan bayinya. Kondisinya tak kunjung membaik ia tak terobati, ia pun menghembuska nafas terakhirnya. Di akhir hayatnya ia masih merindukan Fritz, semua orang tahu itu termasuk laki-laki yang akhirnya menjadi suaminya. Semua orang tahu bahwa Nancy terus mencintai Fritz walau laki-laki itu tidak mencintainya lagi.

Begitulah Nancy mengakhiri ceritanya sambil tersenyum, penuh rasa haru aku menatapnya. Nancy sampai akhir hayatnya tak bisa mengungkapkan kerinduan dan cintanya kepada laki-laki yang berhenti untuk mencintainya dan meninggalkannya tidak juga sampai saat ini. Aku yang tadinya enggan karena takut untuk mendengar ceritanya merasakan hangat di kedua mataku. Nancy bilang selama ini ia telah bersusah payah mencari orang untuk menyampaikan pesannya kepada Fritz. Tetapi kali ini ia tidak meminta tolong padaku. Ia malah pergi.

Mungkin pada saat itu Nancy yang ingin menolongku.

“Tenanglah Nancy di luar sana sudah banyak orang yang tahu dan aku rasa sudah ada yang menyampaikannya dan Fritz tahu tentang luar biasanya hatimu.” kataku

“kau gadis yang kuat daripadaku, jangan menangis lagi”

Itu yang ia sampaikan sebelum akhirnya ia pergi…tak kembali..sebelum aku terbangun dari tidurku ditengah malam yang dingin sebelum azan subuh berkumandang.

Siapa? Nancy? aku melihat se sosok ramah itu keluar dari jendela kamarku.

azan subuh akhirnya berkumandang, saatnya menemui pemilikku yang abadi. aku doakan Nancy perempuan yang tak pernah menyatakan cintanya secara langsung, dan untuk kau yang ingin aku lupakan karna aku tak mau jadi Nancy.

Advertisements

2 thoughts on “About a “strange” woman who never….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s