About the heart breaker part 1

Hey you..! i’m sorry about bad things that happend to you these days, dan semoga “pemilikmu” yang baru mampu menyayangimu lebih dari yang aku lakukan beberapa bulan terakhir. Tidak apa-apa kali ini aku yang mengalah toh aku sudah ikhlas kamu diambil..nggak usah lagi kamu pertanyakan atau pedulikan perasaanku, aku hancur..itu pasti. Seperti kata temanku kamu adalah penari hip hop dan aku penyanyi seriossa. Aku tidak bisa se dinamis dan seliar kamu. Hidupku sudah dengan panggung megah nan elegan. Melodi kita sulit menyatu walaupun sekalinya bisa kita akan menjadi sempurna. Tetapi sepertinya kita tidak mampu atau belum mampu? aku lebih berharap kita tidak mampu. Karena ketahuilah aku tidak akan kembali, aku tidak akan mencarimu. Teruslah menari dengan pemilik barumu, aku tahu kau pasti bosan mendengarku menyanyi lagu-lagu yang mengalun pelan dan membosankan. Sudah tidak ada yang manis diantara kita. Akupun kembali menutup mata kemudian melihat dahulu ketika kita bersama..kamu tidak menari dan aku tidak menyanyi, kita hanya diam namun hati kita saling membutuhkan,…

Tak beberapa lama kemudian aku terbangun, dan mendapati aku tersenyum puas..dalam hati aku syukuri akan memori yang telah kita buat, mensyukuri kehadiran gerakan dinamis mu ditengah-tengah alunan musik klasik yang pelan dan menidurkan siapa saja yang mendengarnya

Advertisements

About the people that you only know for a day

Forget about the depression and preasure for a while..

Pikiran saya tiba-tiba melayang dimana saya sedang dalam perjalanan pulang ke Riau. Walaupun itu satu tahun yang lalu, tapi saya ingat beberapa pernah beberapa kali berkenalan dengan random people. Dari yang seumuran saya sampai seorang ibu rumah tangga. Saya ingat waktu itu saya berkenalan sama seorang cewek yang seumuran dengan saya. Bahkan satu universitas, tetapi beda fakultas. Dia anak psikologi dan kami bercerita tentang jurusan kuliah masing-masing dan seperti orang awam yang prihatin terhadap mahasiswa jurusan seni dan desain dia berkata “kasian yah…kalau kita mau dapat A itu di nilai dari nilai kuis harian atau ujian tertulis, Nah kalau kalian kan musti bikin suatu visual yang bagus..dan itu pasti penilaiannya random ya..bisa-bisa udah cape-cape bikin malah dapet D.” Saya cuma jawab datar “that’s life” kemudian dia cerita tentang jurusan dia yang mengharuskan dia bertemu dengan bermacam-macam orang “aneh”. Mulai dari orang dengan gangguan jiwa, anak autis, hypersex, ataupun kaum homoseksual. Saya pun merasa terpukau dengan cerita dia ketika seorang hypersex bilang ke dia “kalau ada temennya yang mau “maen” bilang ke gue ya..cewe ato cowo gak masalah kok” *maklum waktu itu saya belum terlalu aware sama masalah-masalah begini, jadi saya masih agak awam dengernya*. Selanjutnya pembicaraan berlanjut sampai tempat tujuan dan kami berpisah. Tanpa saya sadari itu pertemuan pertama dan juga terakhir kalinya padahal kami sudah berbincang akrab. Udah coba-coba nge-google atau facebook but still i couldn’t find her. Bahkan sekarang saya lupa namanya dia. 😀

Ok..lanjut lagi..Setelah sampai di bandara di Dumai. Saya harus naik bus menuju Duri tempat saya tinggal..bus waktu itu sangat sepi akhirnya saya duduk dengan seorang ibu dan kami berkenalan, dia bilang dia adalah seorang guru TK. Saya gak ingat apa saja yang saya bicarakan sama ibu itu yang jelas cukup untuk menemani saya dalam perjalanan satu setengah jam dengan bus yang sebenarnya membosankan :D.

Kami berpisah dan setelah itu tidak bertemu lagi.

Begitulah kisah random dari orang-orang yang random. kisah satu setengah tahun yang lalu, balik ke sekarang yang intinya membuat saya sadar kalau saya sudah lama tidak pulang menjenguk kenangan 18 tahun saya di Riau. Pikiran saya melayang ke si bapak yang masih bertahan disana yang saya yakin dia juga mendoakan saya dan adik saya di Bandung. Saya juga mau mengucapkan terimakasih kepada 2 orang diatas. 2 perempuan yang saya kenal dalam satu hari saja..kita berbincang seakan kita sudah lama tak bertemu. Terimakasih juga karena ingatan saya akan kalian. Saya jadi menjenguk lagi secuil dari masa lalu yang sederhana. Tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian dear random people.

About Survive

I used this Illustration for my mid term assignment

I’m writing this with my 2 sleepy eyes, i can’t barely open my eyes..but WTH my hands keep on typing..Ok i’ll share a story before i go to sleep.

Lately, i’ve been feeling  so mess up. Some people might think i’m OK and still a happy person as always. But the truth is i’m not really OK and i don’t feel like i am happy right now maybe i had pretended that i was OK but it hits me hard inside :(. My mood been always up side down, my head is full of anything that i should forget, crowded. Just like Jakarta. What i’ve been thinking these days about my future, my education that only a year left, my job, and my love. i tried to sketch things inside my head and of course things that bother me alot. well said, it’s me, it’s myself. feel like i’m losing control and getting lost in all my thoughts.

So this week (or this past 2 weeks?) i almost spent my time a lot outside my room. I tried to convinced myself i was really really OK…i went everywhere i liked until i got tired then i realized that i didn’t find anything but emptyness.

Today i wanted to sent some of my works to show to my boss. I sent him through the email then i got a bbm from him. i thought i got fired (maybe not yet). My boss asked me “you supposed to send it yesterday, why you didn’t show up at the office this week?”. He didn’t ask many question thou but those things make me feel guilty and sad. I already put myself into another messed. I learn that commitment and profesionalism are the hardest thing to do when you have problems with yourself (I’m finally feel it, after some ppl always mentioned about the life between working and your private thingy). And about love…think mine is really complicated, if i had one wish..i’m still wanna be with him if i’m still have chance :’ )

“Everybody need time away,i heard them said..Even lover need a holiday, far away from each other..hold me now, it’s hard to say i’m sorry i just want you to stay”

i’ve been telling myself  that is OK if he wanna go and giving up our relationship. In my case “it’s hard to say that i miss you…i just want you to stay”  because there’s nothing to sorry about. there’s no regret about loving someone today.

Maybe this is what they called “galau”. But thank God, Jakarta and its hard things been my bestfriend too. This city taught me a lot about things, about survive, and love myself more.

News

No good artwork to post lately but i just turned 21 and i don’t feel anything but happy : )

Best about last 2 weeks were:

1. I went to Bandung and stayed with my sis’s then had some fun there instead of did my midterm’s tasks *yes i know it was lame*

2. A week later back to Jakarta and went to INACRAFT (Indonesian Craft Trade fair) with my sister and got some good stuff there *yeah that’s why i love Indonesia*

3. My birthday was kinda simple birthday..but i’m happy since i celebrated it with my family, friends, and of course with my love one ; )

4. brightspotmarket 2011..a unique retail and there are so many local and international fashion designers. glad i was there and bought something for myself. I love fashion as much as i love art and for me fashion is art.

Ok that’s all i can write now..i’m too lazy to type now..maybe i’ll put some photo and works soon