(Tak Ingin) Pisah


#Now Playing – Tak ingin pisah (Nino & Andrea)

Cerita dibawah ini saya ambil dari tulisan teman saya Lalla Pratami. Tidak ada maksud apa-apa selain berbagi berhubung cerita dibawah saya juga pernah mengalaminya. Mungkin diantara kalian juga pernah mengalaminya dan menjadikannya sebuah kisah cinta yang kelam sekaligus indah.  Selamat menikmati tulisan indah dibawah ini.

Kamu bangkit dari dudukmu dengan gelisah. Menghisap rokok dalam-dalam. Nafasmu setengah terengah-engah. “Kenapa?” tanyamu tanpa menatapku.
Aku diam. Menunduk. Menahan tangis.
“Kamu tahu ini semua akan terjadi. Dari awal kita mulai, kamu tahu akan ada bagian ini.”
Kamu membalikkan badanmu. Menatapku lekat-lekat. “Tapi kenapa sekarang?”
Aku terus menunduk. Tidak berani balik menatapmu.
“Karena semakin lama, aku semakin membutuhkanmu. Semakin aku membutuhkanmu, semakin aku susah melepasmu.”

Kamu mematikan rokokmu. Menginjak-injaknya dengan sepatu kanvas kesukaanmu. Badanmu bergerak semakin gelisah. “Kamu tahu berapa besar rasa sayangku kepadamu? Kamu tahu kalau ini terlalu berat untuk dilakukan?”

Aku tahu. Tahu sekali. Aku juga begitu.
Susah payah aku menahan tangis.

“Kamu tahu berapa banyak kenangan indah yang harus dilupakan? Dan kamu tahu untuk melupakan itu semua tidak mudah?”

Aku terus menunduk. Aku tahu, Gadra. Aku tahu sekali. Aku juga begitu.
Kali ini tangisku tak bisa kutahan lagi.

Kamu tertegun melihatku menangis. Kamu duduk lagi di sampingku. Tanganmu mengusap rambutku pelan, mencoba meredakan tangisku. Aku terisak. Mencoba secepat mungkin menghentikan tangisku.
“Maaf, ya.” katamu lirih. “Maaf selalu saja membuatmu harus bersabar karena keegoisanku. Aku hanya belum bisa membayangkan akan hidup tanpa kamu lagi bersamaku.”
Aku menyeka air mataku. “Kita sudah sepakat dari awal, ini yang akan kita pilih sebagai akhir. Aku tak bisa memaksakan kamu menjadi sepertiku, begitu juga denganmu. Aku juga sama sepertimu, merasa berat. Dan rasa sayangku kepadamu lebih dari apa yang kutunjukkan kepadamu, Gadra. Kamu tidak tahu betapa besar sesungguhnya rasa itu.”
Kamu terdiam. Menatapku dengan berbagai macam ekspresi di matamu. Menunggu penjelasan apa lagi yang akan keluar dari mulutku.
“Aku tidak pernah menyuruhmu untuk melupakanku dan kenangan kita. Karena ketika kisah ini mati, hanya dengan kenanganlah kita hidup. And if moving on is so much harder for you, then you could just let me go..”
“Apa menurutmu… cinta kita ini salah?” tanyamu ragu-ragu.
“Tidak ada yang salah dengan mencintai seseorang, Gadra. Aku tidak pernah merasa salah telah mencintaimu. Mungkin yang salah adalah aku membiarkanmu masuk ke dalam hari-hariku. Melepasmu bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi. Sekarang, di sini, menurutku adalah waktu yang terbaik untuk pisah. Kali ini, biarkan aku yang egois.”

Kamu goyah. Akhirnya kamu kalah.
“Baiklah.” Ujarmu dengan berat. “Kita pisah.”

Aku mengangguk. Mencoba dengan sebisa mungkin tersenyum. Tersenyum untuk kenangan dan pengalaman indah selama ini denganmu. Juga segala pelajaran yang hanya kudapatkan darimu.

Kamu memelukku erat. Lalu melepasnya, dan pergi.

Tak pernah kembali.

Siapa bilang cinta bisa mengalahkan segalanya?
Di cerita kami, cinta tetap saja kalah.

oleh agama?

Thanks to lalla Pratami for her powerfull story and picture :)…*cinta emang rempong ya la kalau udah begini?*;)

terimakasih kepada teman galau saya malam ini Levina yang sudah menemani saya bercerita tentang kisah cinta masa lalu yang pelik. kegalauan saya berkurang bersamaan dengan air mata yang keluar dan kata-kata yang kita ucap malam ini. Anggap saja lesson learned. ❤

Tak akan ada legenda tanpa kisah cinta yang pedih kan teman-teman?

Advertisements

5 thoughts on “(Tak Ingin) Pisah

  1. idrus bin harun says:

    wah..wah…ini agak sedikit tidak masuk akal. terlalu cinta kok mau pisah.??? pecinta jamannya sebelum revolusi industri nih.
    dan absurditas cinta kaya gini sering terjadi dalam masyarakat yang masi feodal. tapi saya percaya cinta menguatkan. bukan malah menyakiti seperti cerita laila pratami.

    tapi soal keyakinan yang berbeda, cinta mesti dibenturkan ke dinding. biar pecah berkeping2. terus kita pijak2 sampai mampus.

    tahnk dini, perasaan saudari halus bak sutra

    • dimothedreamer says:

      ya karena adanya perbedaan itu harus pisah. Ya…kalau menurut saya if it becomes into true love it should be easy to deal..tapi ya gitu kita sering bentrok disini..sebenarnya perbedaan itu ada seharusnya karena ada sesuatu yang harus di hargai. Tapi mindset kita dari kecil udah di setting kalau itu salah..pada dasarnya juga semua keyakinan pasti maunya kita berpasangan dengan yang se-iman.

      ini cuman postingan yg saya dedikasikan sama teman2 saya di kampus yang punya nasib sama..kebetulan cerita teman saya itu emang bagus dan hampir semua kisah yang seperti itu kisahnya sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s