School’s Trouble


The trouble with schools is they always try to teach the wrong lesson believe me, i’ve been kicked out of enough of them to know they want you to become less callow less shallow but i say: “why invite stress in?” stop studying strife and learn to life”the unexamined life”

Fiyero – Ost Wicked broadway song (dancing through life)

Diatas tadi merupakan kutipan lagu dancing through life yang merupakan soundtrack teater musikal terkenal broadway “Wicked”. Saya ingin berbagi tentang masalah saya ketika saya masih bersekolah dulu. Awalnya ketika membaca tulisan teman saya #mce_temp_url# (silahkan klik dan baca). Dari situ saya berfikir untuk mengeluarkan apa yang bertahun-tahun membuat saya bingung dengan sistem pendidikan. Mungkin yang terjadi pada saya dan teman saya itu bukan hanya di sekolah kami saja (kami bersekolah di tempat yang sama) tetapi mungkin hampir semua sekolah terutama sekolah favorit.

The wrong lesson disini bukan mata pelajarannya yang salah tetapi cara mereka mengajari kita dalam melihat dunia luar. Saya bukanlah murid yang pintar dari SD sampai SMA. Hampir setiap selesai terima rapor waktu  SD dulu saya sering kali menangis karena orang tua saya kecewa dengan prestasi belajar saya di sekolah pada saat itu, guru selalu bilang hal yang sama kepada ortu saya “Anak bapak/ibu sangat lambat dalam belajar, sering melamun, nilainya tidak bagus”. Saya mengerti kalau saya tidak pintar dan tidak bisa jadi anak kesayangan guru. Dari situ saya hanya mengejar kekurangan saya dengan belajar matematika, IPA, IPS, dll. Apakah itu membuat saya pintar? saya jadi makin ragu kemana arah saya sebenarnya. Itukah jalan yang terbaik? mengejar kekurangan? bukankah seharusnya kelebihan kita yang menentukan masa depan kita? 😦

Pada saat saya masuk kelas satu SMA tidak banyak yang berubah dengan prestasi belajar saya. Biasa saja tidak menyenangkan malah terkesan jelek. Tetapi pada saat itu ada yang lebih menyakitkan ketika salah satu guru SMP saya bertemu dengan saya di suatu acara. Dengan terang-terangan dia membanding-banding adik saya yang pintar dan juara dengan saya yang tak ada apa-apanya, apa maksudnya?!  Saya memang bodoh tetapi saya tahu apa yang saya mau. Tolong jangan judge saya terlalu cepat karena anda tidak kenal dengan saya.

Tetapi dari semua rasa sakit itu saya mencoba untuk terus move on. Saya mencoba untuk tidak peduli dengan nilai dan lebih fokus kepada mengambil ilmunya, Sayapun memulai untuk mempercayakan insting saya. mencoba pelajari hal-hal baru yang saya sukai. Beruntunglah di tahun terakhir sekolah saya diajar dengan guru-guru hebat yang pantas saya sebut dengan pengajar. Guru-guru yang mendukung penuh keputusan yang saya ambil ketika saya kuliah dan mau mendengarkan rencana-rencana masa depan saya.

PS untuk guru yang suka men Judge murid-muridnya dari nilainya: Saya tahu menjadi guru itu tidak mudah tetapi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa bisakah mencoba untuk lebih membimbing kami ke arah yang seharusnya kami disitu. Membimbing kami untuk bercita-cita dan mengajari kami bagaimana mencintai pekerjaan yang kami lakukan nantinya? bisakah?

Mohon maaf saya hanya mengeluarkan apa yang ada dalam hati saya

Advertisements
Posted in: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s